Administrasi Desa

Dalam praktiknya, administrasi desa mencakup seluruh pencatatan data maupun informasi yang terkait dengan pemerintahan desa. Administrasi ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri, tetapi teknis pelaksanaan dan pembinaan operasionalnya diputuskan lewat Keputusan Bupati. Kemudian, agar pengelolaan pemerintahan desa semakin meningkat, dibutuhkan penyempurnaan pelaksanaan administasi.

 

Berikut ini adalah sejumlah definisi yang berhubungan dengan administrasi di pedesaan :

  • Administrasi umum: pencatatan data dan informsi yang menyangkut pemerintahan desa;
  • Administrasi penduduk: pencatatan data dan informasi yang menyangkut kependudukan;
  • Administrasi keuangan: pencatatan data dan informasi yang menyangkut keuangan desa:
  • Administrasi pembangunan: pencatatan data dan informasi yang menyangkut pembangunan, baik yang akan, sedang, dan sudah diselenggarakan pemerintah desa.

Keempat jenis Administrasi tersebut dicatat dalam buku administrasi desa yang berbeda. Lantas, apa saja fungsi dari Administrasi yang terlaksana di pemerintah desa?

 

 1. Membuat pekerjaan semakin efektif

Pada dasarnya, mencatat semua kegiatan yang berkaitan dengan pemerintah desa akan membantu berbagai pihak dalam sejumlah kebutuhan, baik yang skalanya kecil maupun besar. Tanpa administrasi, akan sulit bagi staf pemerintah maupun masyarakat saat mencari informasi yang mereka butuhkan dalam waktu cepat. Pencatatan data dan informasi pun akan memudahkan pekerjaan sehari-hari.

 

2. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu

Berkaitan dengan poin sebelumnya, data dan informasi yang tercantum secara sistematis akan membuat para staf maupun pegawai mampu menyelesaikan tugas tepat waktu. Misalnya, mengarsip surat masuk dan keluar dalam buku khusus yang mencatat nomor, tujuan, hingga maksud dari penulisan surat itu. Hal tersebut tak akan menyulitkan mereka saat hendak mencarinya kembali.

 

3. Menyamakan tujuan dan beban kerja

Seperti yang telah disinggung, administrasi desa terdiri atas sejumlah definisi yang disesuaikan dengan beban kerjanya. Fungsi ini tak hanya memudahkan staf dalam mengelompokkan tugas atau pekerjaan, tetapi juga memuluskan pencapaian tujuan. Jika beban kerja dalam administrasi tidak dipisah, akan sulit untuk meraih tujuan yang telah dirancang sebelumnya.

 

4. Kerja sama yang lebih terstruktur

Administrasi memang tak bisa lepas dari hal-hal yang berkaitan dengan sistem, termasuk untuk kerja sama tim. Dengan beban pekerjaan yang telah dikategorikan sesuai definisinya, maka kelompok akan lebih mudah membagikan tugas sesuai kemampuannya. Dengan begitu, pemerintah desa tidak akan kesulitan mencapai tujuan yang diharapkan.

 

5. Memudahkan tugas bersifat manajerial

Dalam dunia kerja, pengarsipan merupakan spesifikasi pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan ketekunan tinggi. Maka dari itu, sektor administrasi tidak bisa dipandang sebelah mata. Sesuai yang telah diungkapkan sebelumnya, dengan administrasi, hal-hal yang bersifat manajerial dapat dikelola dan diselesaikan dalam waktu lebih singkat.

 

Cara pengarsipan data dan informasi lebih cepat

Kendati penting, pencataan dan pendataan di buku administrasi desa kadang terasa melelahkan. Apalagi saat beban pekerjaan sedang sangat tinggi, sementara jumlah staf yang menangani tak seimbang. Hal ini tak jarang memicu kesalahan yang dapat melambatkan penyelesaian tugas atau memicu kesalahan yang cukup fatal dan merugikan berbagai pihak.

Untuk inilah SODEA hadir sebagai perangkat penunjang administrasi di pemetintahan pedesaan. Dalam software ini, ada fitur-fitur dan layanan yang akan membantu staf administrasi untuk memasukkan serta menyimpan data maupun informasi secara digital. Dengan begitu, mereka tak perlu menghabiskan buku atau kertas untuk mencatat. SODEA pun terbilang mudah dijalankan, mengingat aplikasi ini dirancang sedemikian rupa agar dapat memudahkan proses administrasi desa

Administrasi Desa